Minggu, 06 Februari 2011

FIFA - Sepak Bola lebih menarik & Indah tanpa bantuan teknologi yang berlebih



Ada hal filosofi yang mendasar yang melatar belakangi mengapa FIFA tetap bersikukuh untuk tidak menggunakan teknologi dalam (membantu) mengambil keputusan dalam sebuah pertandingan sepakbola.

Salah satu kunci mengapa sepakbola menjadi permainan yang disukai dan oleh hampir sebagian besar penduduk planet ini adalah dimana aturan permainan FIFA itu bisa diterapkan oleh semua orang dimuka bumi ini.

Filosofi ini yang ingin tetap dipertahankan oleh FIFA. Jika Piala Dunia atau FIFA mengamini penggunaan teknologi dalam pengambilan keputusan, maka sepakbola tidak lagi menjadi olahraga yang universal. Sepakbola akan menjadi olahraga yang ekslusif. Olahraga yang hanya bisa dilakukan di daerah atau di negara-negara yang mempunyai teknologi tinggi. Dan ini akan membuat sepakbola menjadi tidak useble lagi di seluruh kalangan.

Sekarang ini, aturan permainan dari level paling bawah sampai level Piala Dunia tidak ada pengkhususan aturan. Jika FIFA mengakomodir penggunaan teknologi apalagi sampai mewajibkan, bagaimana dengan pertandingan resmi FIFA antara negara atau klub terpencil di Afrika atau Oceania. Akhirnya akan ada ekslusifitas dari sepakbola sendiri.




Ditolaknya penggunaan teknologi oleh FIFA ini akan tetap menjadikan sepakbola menjadi menarik dan tetap menjadi perdebatan. Persoalan kesalahan manusia (wasit) yang memimpin, akan ada mekanisme sendiri untuk menghukumnya.

Apa yang telah diputuskan wasit, itulah sepakbola dan harus ditaati. Apa jadinya jika keputusan wasit bisa dianulir oleh teknologi, sehingga perayaan kemenangan menjadi tidak menarik dan hambar.

Biarlah sepakbola tetap menjadi kontroversi, karena kontroversi itulah sepakbola menjadi hidup. (ainul ridha)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar