Jumat, 28 Januari 2011

Guntur Triaji pemain asal Indonesia bermain di Akedemi Arsenal di Inggris

SOCCER - Tatapan masa depannya ada di London. Lolos seleksi dari sekitar 400 calon pesepak bola berusia 18-24 tahun, dan menjadi satu-satunya pesepak bola Indonesia yang lolos program yang diberi nama The Chance Indonesia, jelas merupakan prestasi yang membanggakan bagi Muhamad Guntur Triaji.
Namun, itu baru langkah awal bagi putra Lampung berusia 17 tahun itu. Sebagai pemenang, selama dua minggu di bulan Januari 2011 ini, Guntur akan mewakili Indonesia untuk mengikuti seleksi inti bersama 100 pemenang program serupa dari 42 negara lainnya guna memperebutkan kesempatan berlatih selama setahun di Nike Academy, di Inggris. Program belajar di akademi tersebut tentu saja berkelas dunia karena didukung oleh Liga Primer Inggris.

”Persiapan latihan dan fisik sih sudah hampir 100 persen, tinggal privat bahasa Inggris yang perlu terus ditingkatkan,” ujar Guntur yang terus digenjot pelatih Bambang Warsito di SMA Atlet Ragunan.
Putra Lampung itu mendapatkan gojlokan fisik sekaligus kecepatannya agar biasa bersaing dengan calon-calon dari negara lain. Latihan fisik itu dilakukan antara 30 dan 45 menit. ”Saya juga terus dilatih penguasaan bola,” kata Guntur yang merasakan kini otot-ototnya semakin berisi.
Perjalanan ke Inggris nanti adalah perjalanan ke luar negeri pertama bagi Guntur yang mengidolakan bintang Arsenal, Cesc Fabregas. Persiapan untuk menghadapi iklim yang dingin pun dilakukan Guntur. ”Dari sekarang sudah dibiasakan makan daging. Terus di sana juga nasi kan susah, jadi ngebiasain makan kentang,” ungkap Guntur yang kini memiliki berat 63 kg dengan tinggi 170 sentimeter.



Sayangnya, di sekolah Ragunan Guntur tidak dikondisikan mendengar perintah dalam bahasa Inggris sehingga dia memang harus khusus belajar bahasa internasional itu. Kemampuan bahasa Inggris adalah salah satu bekal penting Guntur agar bisa memahami apa yang diminta, diperintahkan, atau ditanyakan Pelatih Arsenal Arsene Wenger dan timnya.

Posisi bermain Guntur sebagai gelandang membuat Guntur mempunyai banyak kesamaan dengan gelandang bertahan tim nasional Ahmad Bustomi. Mendengar tentang Guntur, Bustomi pun menyampaikan selamat sekaligus berpesan agar putra Indonesia itu percaya diri, tidak minder dalam menghadapi tes di Inggris, serta mengerahkan segenap kemampuan untuk meyakinkan pelatih yang akan menyeleksinya.
Bustomi, yang juga pernah mengalami pelatihan di Belanda, mengungkapkan, kunci setiap pemain bola adalah sama, yaitu otot, mental, dan otak. Kemampuan di ketiga aspek itu pula yang harus ditunjukkan Guntur di depan Pelatih Arsenal Arsene Wenger.

by : Soccer of Republic Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar