Jumat, 11 Maret 2011

Mijan Radovic Kaget kultur SepakBola di ISL

Headline

Bandung - Pemain anyar Persib asal Montenegro Miljan Radovic ternyata masih kaget dengan pola sepak bola di Indonesia. Dalam pertandingan Persib melawan Semen Padang, Sabtu (5/3/2011) kemarin, Miljan belum menampilkan performa permainanya.
Sang Arsitek Persib Bandung Daniel Roekito pun mengakui Miljan masih kaget dengan sepak bola Indonesia. "Dia perlu adaptasi lagi di Persib. Soalnya, pola sepak bola di Indonesia berbeda dengan negara lainnya," ujar dia.

Dalam pertandingan kemarin pun Miljan sering terlihat protes terhadap wasit karena yang seharusnya sang hakim di lapangan menunjuk pelanggaran, ini ternyata tidak.

"Ya contoh kagetnya, wasit membiarkan pelanggaran kepada Miljan dari hadangan pemain Semen Padang," ujarnya.

Persib terpaksa gagal membawa pulang 3 poin dalam laga perdananya di putaran II Liga Super Indonesia (LSI) melawan Semen Padang di Stadion H Agus Salim, Sabtu (5/3/2011).

Setelah sempat unggul 1-0 di menit 75 melalui gol indah Matsunaga Shohei, gawang Persib akhirnya harus kebobolan di injury time dengan tambahan waktu 6 menit.

Kamis, 10 Maret 2011

10 Gol terindah Sepanjang Masa

Berikut 10 Daftar nama pemain menurut Fifa sebagai gol terindah sepanjang masa dirilis 2 bulan yang lalu

10. Gemmill: Skotlandia v Belanda, Piala Dunia 1978

Harus diakui gol ini amat indah. Skotlandia telah kalah oleh Peru dan imbang dengan Iran, jadi satu - satunya jalan bagi mereka untuk lolos ke babak selanjutnya adalah dengan menaklukan Belanda, salah satu favorit juara, dengan 3 gol atau lebih. Hasilnya, mereka tampil penuh semangat dan menghasilkan salah satu gol terbaik dalam turnamen ini. Archie Gemmill mengambil bola lepas di sisi kanan pertahanan Belanda, melewati Jansen, melompati tackle dari Krol, melewati bola dari kedua kaki Poortvliet dan melambungkan bola di atas penjaga gawang Belanda, Jongbloed.
9 . Baggio: Italia v Cekoslovakia, Piala Dunia 1990


Sebuah gol hasil kerjasama tim yang sangat indah didahului oleh solo run Baggio setelah ia menerima bola dari lapangan tengah. Finishing yang ia lakukan juga amat spesial

8. Pele: Brasil vs Swedia, Piala Dunia 1958

Inilah salah satu gol terindah yang dibuat oleh Pele di piala dunia. Menerima bola dengan dadanya, lalu berbalik dan melakukan tendangan voli kencang. Suatu skill mengontrol bola yang sangat mumpuni, dan itu semua dilakukan ketika umurnya masih 17 tahun

7. Borgetti: Meksiko vs Italia, Piala Dunia 2002


Dengan 14 passing antara pemain - pemain Meksiko dan membutuhkan waktu 90 detik tanpa disentuh satupun pemain Italia, Umpan lambung Blanco disambut Borgetti, yang menyundul bola dengan membelakangi penjaga gawang Buffon.

6. Maradona: Argentina vs Belgia, Piala Dunia 1986

Siapa bilang aksi Maradona ketika melawan Inggris hanya sebuah kebetulan? Untuk membuktikannya, Maradona melakukan hal yang mirip pada pertandingan berikutnya. Empat orang pemain terkecoh satu persatu olehnya sebelum ia menceploskan bola ke gawang Pfaff.

5. Carlos Alberto: Brasil vs Italia, Piala Dunia 1970


Mungkin gol ini adalah salah satu gol terbaik yg lahir dari kerja sebuah tim dan paling diingat. Carlos Alberto melengkapi penampilan indah Brasil dengan sebuah gol pada pertandingan ini. Lima pemain depan Brasil, termasuk Pele dan Jairzinho, membuat penonton terpukau dengan skill yang mereka peragakan, tetapi Carlos Alberto menunjukkan bahwa Brasil pun punya kekuatan. Pele memberi passing ke sebelah kanannya, dan Carlos Alberto, tanpa mengurangi kecepatan larinya, menendang bola tersebut ke gawang Enrico Albertosi yang hanya bisa terpaku menatap bola tersebut melaju kencang ke gawangnya

4. . Dennis Bergkamp: Belanda vs Argentina, Piala Dunia 1998


Dennis Bergkamp berhasil membawa Belanda melaju ke semifinal berkat gol ini. Dengan hanya menyisakan waktu pertandingan 5 menit dan kelihatannya akan menuju perpanjangan waktu, dengan 1 gerakan dia mengontrol bola operan dari de Boer sejauh 49 meter dan melakukan tendangan voli ke gawang Argentina untuk memastikan tempat bagi Belanda di semifinal.

3. Michael Owen: Inggris vs Argentina, Piala Dunia 1998

Michael Owen, masih berusia 18 tahun, mencetak gol yang sangat indah untuk pemain seumur dia. Owen dijaga ketat oleh pemain - pemain Argentina sepanjang pertandingan, sehingga penonton berseru terkejut ketika dia bisa menerima bola dari David Beckham. Dia mengambil bola, menganalisa posisi pemain belakang Argentina, lalu mulai mendribel bola. Dribel dari sisi kanan tersebut menghasilkan salah satu gol terindah bagi Inggris. Sayangnya, gol tersebut tidak berhasil membawa Inggris melaju ke babak berikutnya. Dalam pertandingan ini pula, terjadi noda kedua terbesar penyelenggaraan Piala Dunia, peristiwa diusirnya David Beckham karena pelanggaran bodoh.


2. Saeed El Oweiran: Arab Saudi vs Belgia, Piala Dunia 1994

Saeed El Oweiran mengangkat derajat sepakbola Arab Saudi dengan salah satu gol terindah sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia. Hanya 5 menit setelah dimulainya pertandingan ini, seperti Maradona di PD 1986, dia menaklukan 4 pemain Belgia sebelum menceploskan bola melewati penjaga gawang Belgia, Michel Preud'homme.

1. Maradona: Argentina vs Inggris, Piala Dunia 1986

Dipilih menjadi gol terbaik abad ini, gol ini muncul 4 menit setelah Maradona mencetak gol paling kontroversial, yaitu "Gol Tangan Tuhan", gol yang dilakukan dengan tangan. Maradona berlari dari daerahnya sendiri, melewati 5 pemain Inggris sebelum mencetak gol setelah mengecoh Peter Shilton.

By : Kaskus for FIFA editing list Own PSSI TIMNAS

Sabtu, 05 Maret 2011

Sejarah Tim Sepak Bola Persebaya dan Bonek Mania

Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927. Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Pada saat itu di Surabaya juga ada klub bernama Sorabaiasche Voebal Bond (SVB), bonden (klub) ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang-orang Belanda yang ada di Surabaya.
Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. SIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. SIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta.
Ketika Belanda kalah dari Jepang pada 1942, prestasi SIVB yang hampir semua pemainnya adalah pemain pribumi dan sebagian kecil keturunan Tionghoa melejit dan kembali mencapai final sebelum dikalahkan oleh Persis Solo. Akhirnya pada tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era ini Persibaja diketuai oleh Dr. Soewandi. Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952.
Tahun 1960, nama Persibaja dirubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya). Pada era perserikatan ini, prestasi Persebaya juga istimewa. Persebaya adalah salah satu raksasa perserikatan selain PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung maupun Persija Jakarta. Dua kali Persebaya menjadi kampiun pada tahun 1978 dan 1988, dan tujuh kali menduduki peringkat kedua pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987, dan 1990.
Prestasi gemilang terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga Indonesia sejak 1994. Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia pada tahun 1997. Bahkan Persebaya berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang dua kali menjadi juara Liga Indonesia ketika pada tahun 2005 Green Force kembali merebut gelar juara. Kendati berpredikat sebagai tim klasik sarat gelar juara, Green Force juga sempat merasakan pahitnya terdegradasi pada tahun 2002 lalu. Pil pahit yang langsung ditebus dengan gelar gelar juara Divisi I dan Divisi Utama pada dua musim selanjutnya.


Bonek Mania merupakan salah satu suporter terbesar di Indonesia , BONEK singkatan dari Bondo dan Nekat , hampir mayoritas Bonek ini adalah orang asli dari Surabaya , yang dahulu Bonek ini didirikan oleh Bung Tomo untuk melawan penjajah Belanda tetapi setelah merdeka Bonek ini berganti alih fungsi menjadi suporter yang mendukung tim kesebelasan Persebaya yang kini bermain di liga LPI dan Ti Phone.
Sejarah Bonek Mania sangat panjang dari tahun 1927 sebelum merdeka jumlah mereka sangat banyak , mereka menghuni kota-kota di Jawa Timur seperti Sidoarjo , Malang , Pasuruan , Tuban , Gresik , dan Mojokerto . Musuh abadi dari suporter ini adalah AREMANIA suporter asal kota Malang .

Jumat, 04 Maret 2011

WELCOME ! Untuk Wasit asing yang akan memimpin laga di ISL !

Tekad Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk meningkatkan kualitas wasit di putaran kedua Djarum ISL (Indonesia Super League) 2010/2011 ternyata tak cuma di bibir. Ini adalah sejarah. Bagi wasit lokal, ini jangan dijadikan 'ancaman' melainkan kesempatan untuk membenahi diri sekaligus membuktikan bahwa Indonesia punya wasit berkualitas.
PT Liga Indonesia (LI) selaku penyelengara Djarum ISL akan memakai wasit asing. "Ini ide lama," kata Joko Driyono, CEO PT LI saat evaluasi putaran pertama Djarum ISL di Hotel Sahid Kamis 4 Maret 2011.

Langkah yang tepat, tentu saja. Putaran pertama, dan ini tak bisa ditampik, dikotori dengan buruknya kinerja wasit. Wasit yang seharusnya menjunjung tinggi semangat fairplay malah tampil sebagai biang kerok.

SUPERSOCCER
mendapat keluhan dan sejumlah pelatih dan manajer tim, di antaranya Rahmad Darmawan (Persija Jakarta), Daniel Roekito (Persib Bandung), Jackson F Tiago (Persipura Jayapura), serta Andi Satya Adi Saputra (Manajer Bontang FC).

"Wasit asing? Saya sih setuju saja," kata Rahmad Darmawan. Hal senada dikatakan Andi Satya Adi Saputra. "Harapan saya di putaran kedua, wasit harus lebih bagus. Soal wasit asing, kenapa tidak?," tandas Andi.

Berapa uang yang dialokasikan kepada wasit asing? Wasit asing dibayar perhari, 100 US Dollar atau Rp 880,500 per hari. Ini standar badan sepak bola dunia, FIFA. Bandingkan dengan wasit lokal yang dibanderol Rp 5 juta setiap pertandingan. Di pentas sekaliber Djarum ISL, PT LI memakai 30 wasit.
Wasit asing merupakan babak baru di pentas Djarum ISL, sejak digulirkan tiga tahun silam. Kita berharap, kehadiran mereka bisa meningkatkan kualitas setiap pertandingan dan utamanya, setiap tim menjunjung tinggi semangat fairplay.
Bagi wasit lokal ini bukan ancaman di mana lahan mereka tersita, melainkan kesempatan untuk 'mencuri' ilmu sekaligus ajang pembuktian kalau wasit lokal tak kalah bagus.

Kami mendukungmu ! George Toissuta berjuang untuk menjadi calon ketua umum PSSI



Sama seperti pernyataan Nurdin Halid, George Toisutta mengatakan dirinya masuk bursa calon ketua umum karena dicalonkan, dan bukan mencalonkan. Tapi kalau sudah maju, dirinya pantang mundur.

Hal itu disampaikan George saat ditanya wartawan terkait pemilihan ketua umum PSSI periode 2011-2015, yang prosesnya harus dimulai dari nol lagi. Sebelumnya ia (dan Arifin Panigoro) dinyatakan tidak lulus verifikasi oleh Komite Pemilihan, meski kemudian dua calon lainnya, Nurdin dan Nirwan Bakrie, juga dianulir oleh Komite Banding.

"Saya kembali mengatakan, saya sama dengan Nurdin. Saya tidak pernah mencalonkan diri sebagai ketua PSSI. Yang mencalonkan saya nih Persib cs, Bobotoh, Aremania, semua pendukung yang 84 klub itu," tutur George usai memimpin acara serah terima jabatan Komandan Sekolah Calon Perwira AD di Bandung, Jumat (4/3/2011) .

"Ngapain saya cari kerjaan tambahan. Jadi KASAD saja sudah pusing. Lihat rambut saya, sudah putih semua. Tapi kalau ditanya maju, saya maju terus pantang mundur. Mari Bung rebut kembali," selorohnya.

Menanggapi keputusan Komite Eksekutif FIFA yang mengharuskan PSSI menggelar kongres untuk membentuk komite pemilihan pada 26 Maret, dan sebulan kemudian menyelenggaran kongres pemilihan ketua, George malah "menenangkan" PSSI.

"Kita tanggapi dengan positif. Jangan bilang PSSI sekarang negatif. Mereka positif, mereka sudah bekerja, sudah berkeringat kok. Kalau ada kekurangan itu manusiawai," tukasnya

Persib Bandung Bersiap hadapi Semen Padang di Liga ISL



Genderang perang dimulai. Pasukan Maung Bandung, julukan Persib Bandung, tidak ingin terperangah dengan rekor manis PS Semen Padang di Stadion Agus Salim. Keinginan Persib Bandung mencuri poin terbuka lebar. Sebab, di kandang Elie Aiboy cs Persib tidak pernah kalah.
Aroma balas dendam diusung Pelatih Persib Bandung Daniel “DR” Roekito yang memboyong 19 pemain ke Padang sejak Kamis (3/3/2011) lalu. Pasalnya, saat ditahan imbang 1-1 di Stadion Siliwangi awal Februari lalu, DR mengaku ingin menaklukan keangkeran Agus Salim di hdapan puluhan ribu penontonnya.

“Semen Padang merupakan tim yang sederhana. Perlu diakui, lini tengah dan depan mereka bagus. Secara keseluruhan mereka juga bermain kompak,” kata Daniel saat menganalisa pertandingan, Jumat (4/3/2011).

Juru taktik kelahiran Rembang ini memahami kekuatan lawan yang bahkan berhasil mencetak gol terlebih dulu melalui tendangan bola mati. Gol pemain belakang David Pagbe hasil sundulan Vendry Mofu mencocor bola muntah yang mengoyak jala Markus Horison kala itu. Dalang terjadinya gol tersebut berasal dari bola mati sepakan mantan pemain timnas, Elie Aiboy.

Daniel mengaku sudah menyiapkan strategi guna menghalau bola mati tim berjuluk Kabau Sirah tersebut. “Bola-bola dari sayap sangat riskan. Para pemain juga harus mewaspadai bola-bola atas,” lanjut mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.

Lebih lanjut dia menginstruksikan agar Christian Gonzales dan kawan-kawan dapat meredam emosi dan bersabar dalam memanfaatkan peluang yang tercipta. Hal itu, kata Daniel, merupakan kunci untuk menaklukan PS Semen Padang yang kini bercokol di urutan keempat klasemen.

“Pemain harus lebih sabar dalam mengatur tempo penyerangan. Jangan bermain emosi sehingga merusak konsentrasi kawan sendiri. Pemain harus dengan cermat dan hati-hati untuk menghalau serangan balik,” tegasnya.

Dari sisi persiapan Daniel mengaku tidak ada yang istimewa. Kehadiran bek tangguh Abanda Herman di lini pertahanan setidaknya mampu mengurangi kekhawatiran Daniel. Dengan adanya Abanda, Daniel sendiri mengatakan, pemain asal Kamerun tersebut bisa menggantikan posisi pasca ditinggal Baihakki Bin Khaizan yang hijrah pada paruh kompetisi.

Pos lain yang ditinggalkan oleh rekan senegara Baihakki, Shahril Bin Ishak kini sudah diisi Matsunaga Shohei. Pemain asal Jepang ini akan bahu membahu di lini tengah bersama Miljan Radovic (Montenegro). Tugas kapten Eka Ramdani sebagai jendral lapangan tengah diharapkan mampu mendongkrak semangat Maung Bandung yang harus berani menatap laga tandang dengan hasil optimal.

Faktor cuaca yang panas diakui Daniel sempat membuat khawatir. Namun, hal itu menurut Daniel adalah hal biasa dalam menghadapi laga kandang. Justru Daniel lebih fokus untuk memutar otak dalam menentukan strategi menghadapi laga yang akan berlangsung pukul 19.00 wib nanti.

“Cuacanya panas. Para pemain sudah beristirahat sebagai persiapan laga besok,” aku pelatih kawakan ini. Persib sendiri tidak melakuakn uji coba lapangan malam hari. Eka Ramdani cs hanya melakukan uji coba lapangan Jumat pagi waktu setempat

Arema siapkan Strategi Khusus jelang pertandingan kedua di LCA



Genderang besar berbunyi nyaring dari tribune sisi selatan Stadion Gajayana Malang. Salah satu pentolan penabuh drum Aremania, suporter Arema FC, Cak No semangat menabuh genderangnya.
Bunyi genderang yang bertalu-talu makin membahana saat puluhan ribu Aremania yang memadati stadion. Di bawah kendali dirigen Aremania, Yuli Soempil, nyanyian tersebut membuat merinding seluruh isi stadion. ”Arema... Indonesia... Arigato...,” berulangulang nyanyian itu dinyanyikan, dipadu dengan tabuhan puluhan genderang dan tarian Aremania dari atas tribune membuat suporter tim tamu dari Kawasaki Frontale Jepang melongo terkesima dari tribune VIP.

Itu adalah secuil kenangan pada 2007, kala Arema tampil di Liga Champion Asia (LCA). Kenangan manis atraksi Aremania dari atas tribune yang seolah sudah disulap menjadi panggung bersama. Momen itu akan kembali membahana saat Arema mencicipi lagi kerasnya LCA 2011. Sebagai jawara Indonesia Super League (ISL) musim lalu, Arema mendapat tiket tampil di LCA musim ini.

Tergabung dalam Grup G bersama Cerezo Osaka (Jepang), Jeonbuk Hyundai Motors (Korea Selatan), dan Shandong Luneng FC (China), peluang Arema memang tipis. Namun, nilai jual sepak bola Malang atau Indonesia bakal melambung dengan kreativitas para Aremania. Yuli Soempil mengaku akan ada atraksi-atraksi yang akan dipersembahkan khusus oleh Aremania saat mendukung Arema di LCA.

”Kami berharap Aremania bisa kembali tampil kompak memberikan dukungan dan menjadi pemain ke-12 bagi Arema. Tujuannya agar tim kebanggaan kami bersama ini bisa memenangi pertandingan,” tandasnya. ”Kalaupun banyak masyarakat internasional masih memandang miring sepak bola Indonesia, melalui atraksi yang sportif dan kompak dari Aremania, saya berharap mereka akan memandang dengan hormat sepak bola Indonesia,” ucapnya.

Pertandingan Arema di LCA yang akan ditonton masyarakat internasional, membuat harapan besar di benak Yuli. Kesempatan ini akan menjadi media promosi yang efektif bagi klub Arema kepada perusahaan internasional dengan besarnya potensi Aremania. Laga tandang Arema pun juga tak akan luput dari Aremania yang ada di luar negeri. Koordinasi Aremania saat Arema melakukan pertandingan tandang, menurut Yuli, sudah dilakukan.

Tercatat, ada sekitar 500 Aremania di Jepang sudah siap memberikan dukungan penuh. ’’Saya sudah dikontak oleh kawan-kawan di Jepang, Korea, dan China. Bahkan, mereka juga meminta saya untuk berangkat. Namun untuk sementara, saya memutuskan akan memberikan dukungan di kandang saja,” tuturnya.

Tidak ingin kalah dengan para Aremania, panitia pelaksana (panpel) Arema untuk LCA sudah siap untuk menggelar setiap pertandingan level Asia ini. ”Sampai saat ini persiapan sudah mencapai lebih dari 80%. AFC juga sudah meninjau langsung ke stadion (Kanjuruhan), termasuk kubu tim lawan. Kami juga sudah memberikan laporan ke PT Liga Indonesia (Liga) dan AFC,” ujar Media Officer Arema FC Sudarmaji